banner 728x250

9 Dapur MBG di Pemalang Dihentikan Sementara, Ini Penyebab Utamanya

avatar Tidak diketahui
banner 468x60

PEMALANG, 234 News.id  – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pemalang mengalami penyesuaian operasional. Sebanyak sembilan dapur pelayanan resmi dihentikan kegiatannya untuk sementara waktu oleh pihak Badan Gizi Nasional (BGN) terhitung mulai tanggal 25 Mei 2026.

 

Example 300x600

Kebijakan penghentian ini tertuang secara resmi dalam surat edaran bernomor 5740/D.TWS/05/2026 yang ditandatangani langsung oleh Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Albertus Dony Dewantoro. Keputusan tersebut diambil dikarenakan dapur-dapur yang bersangkutan belum memenuhi syarat kelayakan fasilitas, khususnya terkait ketersediaan dan fungsi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sesuai standar teknis yang ditetapkan.

 

Pihak BGN menegaskan bahwa keberadaan sistem pengolahan limbah yang memadai merupakan aspek krusial. Hal ini diperlukan untuk menjamin standar kebersihan dalam setiap tahapan produksi makanan, serta mencegah terjadinya pencemaran lingkungan di sekitar lokasi dapur. Tanpa pengelolaan limbah yang layak, kualitas dan keamanan pangan dikhawatirkan tidak terjaga, sehingga berpotensi menimbulkan risiko bagi kesehatan para penerima manfaat, terutama anak-anak dan ibu hamil.

 

Sebagai dampak dari kebijakan ini, penyaluran dukungan operasional bagi sembilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebut turut dihentikan sementara sampai proses perbaikan dilakukan.

 

Adapun wilayah dan lokasi dapur yang terkena dampak penghentian sementara adalah sebagai berikut:

• Kecamatan Ulujami: Desa Sukorejo, Desa Pamutih, Desa Pamutih 2, dan Desa Pagergunung

• Kecamatan Petarukan: Desa Petanjungan 1 dan Desa Petanjungan 2

• Kecamatan Pulosari: Desa Karangsari 2

• Kecamatan Pemalang: Desa Pegongsoran

• Kecamatan Taman: Desa Sitemu

 

Imbasnya, penyaluran makanan bergizi bagi siswa sekolah dan ibu hamil di wilayah-wilayah tersebut untuk saat ini belum dapat dilaksanakan. Meski demikian, pihak BGN memastikan bahwa langkah ini bersifat sementara dan tidak permanen. Dapur-dapur tersebut diberikan kesempatan untuk kembali beroperasi secara penuh setelah melengkapi fasilitas IPAL dan dinyatakan lolos verifikasi kelayakan oleh tim pengawasan Wilayah II.

 

Sementara itu, dapur-dapur pelayanan lainnya yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Pemalang dan telah memenuhi standar fasilitas pengolahan limbah, dipastikan tetap beroperasi dan menyalurkan layanan sebagaimana mestinya tanpa gangguan.

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *