PEMALANG, 234 News.id – Pemerintah Kabupaten Pemalang bergerak cepat merespons tragedi perundungan (bullying) yang menimpa seorang siswa di SMP Negeri 4 Randudongkal hingga meninggal dunia. Plt. Bupati Pemalang, Nurkholes, didampingi Camat Randudongkal, Agus Mulyadi, S.IP., M.M., beserta jajaran instansi terkait melakukan kunjungan langsung ke sekolah tersebut pada Kamis (6/8/2026).
Kunjungan lapangan ini dilakukan guna mengevaluasi sistem pengawasan lingkungan sekolah sekaligus memastikan ruang belajar kembali aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh peserta didik.
Dalam peninjauan tersebut, Nurkholes memberikan arahan tegas kepada jajaran manajemen sekolah, guru, tenaga kependidikan, hingga komite sekolah untuk memperketat pengawasan di area persekolahan. Pemerintah daerah menyoroti pentingnya optimalisasi Program Sekolah Ramah Anak agar insiden serupa tidak kembali terulang di wilayah Kabupaten Pemalang.
Sebagai langkah konkret pencegahan, Pemkab Pemalang akan memperkuat sistem pengawasan melalui pemasangan kamera pengawas (CCTV) di titik-titik rawan atau lokasi yang minim jangkauan pantauan guru, seperti area lorong sekolah dan sekitar toilet. Keberadaan CCTV dinilai vital untuk mendukung efektivitas pemantauan sekaligus menyediakan bukti otentik apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Selain melakukan evaluasi sarana dan prasarana bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta pihak kepolisian, rombongan juga berdialog langsung dengan teman-teman sekelas korban untuk memberikan pendampingan psikologis, motivasi, dan penguatan moral.
Usai menyambangi sekolah, Plt. Bupati Pemalang bersama Camat Randudongkal melanjutkan agenda bertakziah ke rumah keluarga korban di Desa Semingkir. Selain menyampaikan belasungkawa mendalam dan menyerahkan bantuan santunan kematian, Pemkab Pemalang mengimbau masyarakat untuk menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian dan tidak membangun spekulasi liar di media sosial.
Melalui penanganan terpadu ini, Pemkab Pemalang menegaskan komitmennya untuk membangun mekanisme deteksi dini kekerasan pada anak serta menciptakan iklim sekolah yang responsif, aman, dan bebas dari intimidasi.












