Pemalang, 234 News.id – Serikat Pelaut Laskar Patih Sampun mengecam keras tindakan diskriminatif yang dilakukan oleh Disnaker Kab.Pemalang, tindakan ini berkaitan dengan dugaan penjegalan pendirian serikat SBFK-KASBI di PT.Long Well Internasional. 4/8/2026
Setelah ramai mencuatnya kasus PHK yang dialami oleh beberapa orang pengurus SBFK-KASBI PT.LWI disnaker justru memperkeruh keadaan dengan tidak segera mencatatkan serikat tersebut.
Atas kejadian tersebut Gelombang solidaritas muncul dari berbagai kalangan mulai dari serikat buruh lain, mahasiswa & kelompok masyarakat sipil yang rencananya akan melakukan aksi besar-besaran di Disnaker Pemalang kamis besok.
Namun dalam perjalanannya akhirnya dari direksi PT.LWI berkenan mengakomodir tuntutan dari pengurus SBFK-Kasbi setelah berbagai kecaman & ancaman demo besar-besaran bermunculan.
Hamu Fauzi selaku Sekjend SP LPS dalam keterangannya via whatsapp menyampaikan bahwa pihaknya akan mengawal tuntas union busting ini sampai keadilan hadir.
“Sekarang PR nya tinggal disnaker nih, sudah lebih dari 21 hari saya dapat info dari Ketua SBFK pengajuan pencatatan serikat sudah dikirim tapi belum juga dicatatkan sampai detik ini” ujar hamu.
Hamu melihat ada tindakan diskriminatif yang dilakukan oleh Disnaker Pemalang dalam kasus ini, menurutnya alasan mulai dari ada surat keberatan dari serikat lain tentang SBFK-KASBI tidak bisa dijadikan alasan untuk dinas tidak mencatatkan serikat SBFK-KASBI tersebut.
“Berserikat itu Hak & tertuang pada UU no 21 tahun 2000, dinas hanya fasilitator untuk melegitimasi kehadiran negara, kalau alasan menunda-nunda pencatatan serikat hanya karena persoalan seperti itu bukannya kita juga patut berasumsi bahwa ada oknum di disnaker yang sengaja menyeting sedemikian rupa agar SBFK-KASBI tidak bisa dicatatkan, soalnya serikat-serikat lain sepertinya aman-aman saja tuh ternasuk Serikat LPS” tandas hamu.
Hamu juga menilai ada niat jahat disnaker pemalang pada proses ferivikasi faktual pengurus SBFK-KASBI beberapa hari lalu yang lagi-lagi menyoal tiga orang pengurus yang di PHK agar di coret dari kepengurusan SBFK-KASBI.
“Nah, sekarang kan tiga orng tersebut sudah dipulihkan hak-haknya oleh perusahaan, kira-kira Disnaker Pemalang mau alasan apa lagi?” Tandas Hamu.
Melihat sikap diskriminatif ini hamu yang juga PLT. Ketua Karang Taruna Kab.Pemalang berencana akan memobilisasi Karang Taruna Kab.Pemalang untuk juga ikut dalam aksi solidsritas Kamis Besok 6 Agustus 2026 jika sebelum tanggal aksi Disnaker masih enggan mencatatkan Serikat SBFK-KASBI.












