Pemalang, 234 News.id – Ketua Umum APBN (Asosiasi Pekerja dan Buruh Nasional), Ali Afandi, bersama masyarakat pesisir Kabupaten Pemalang menyampaikan aspirasi kepada DPRD Kabupaten Pemalang dan pemerintah daerah terkait penanganan banjir rob serta peningkatan kesejahteraan nelayan, Rabu (15/7).
Aspirasi tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi masyarakat pesisir yang selama bertahun-tahun harus hidup berdampingan dengan banjir rob. Warga menilai bencana tersebut bukan lagi sekadar fenomena musiman, melainkan telah menjadi ancaman harian yang merendam rumah, merusak infrastruktur, memutus akses jalan, serta melemahkan perekonomian masyarakat, terutama para nelayan.
Ketua Umum APBN, Ali Afandi, menegaskan bahwa masyarakat pesisir tidak meminta belas kasihan, melainkan menuntut hak dasar untuk memperoleh ruang hidup yang layak, aman, dan sejahtera.
“Kami datang membawa suara masyarakat pesisir. Mereka membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar janji atau kajian yang berulang. Sudah saatnya pemerintah memberikan solusi yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
Dalam penyampaian aspirasi tersebut, APBN bersama masyarakat mengajukan tiga tuntutan utama.
Pertama, mendesak pemerintah untuk segera mempercepat penanganan banjir rob melalui pembangunan tanggul laut yang kokoh, optimalisasi sistem pompa air, serta peninggian dan perbaikan jalan yang menjadi akses utama masyarakat pesisir.
Kedua, meminta pemerintah melakukan pemulihan menyeluruh terhadap sarana dan prasarana penunjang aktivitas nelayan, seperti pembangunan dermaga yang tahan abrasi, pengaktifan kembali Tempat Pelelangan Ikan (TPI), serta menjamin ketersediaan bahan bakar bersubsidi dan alat tangkap yang ramah lingkungan.
Ketiga, APBN mendorong pemerintah agar memperkuat perlindungan dan kesejahteraan nelayan melalui jaminan keselamatan kerja, termasuk kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, kemudahan akses permodalan tanpa ketergantungan pada perantara, serta bantuan yang cepat dan tepat ketika musim tangkap sepi maupun saat cuaca buruk.
Ali Afandi menilai para nelayan memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional, sehingga sudah sepatutnya memperoleh perhatian yang lebih besar dari pemerintah.
Menurutnya, pembangunan wilayah pesisir tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga menyangkut keberlangsungan hidup ribuan keluarga yang menggantungkan penghasilan dari sektor perikanan.
APBN berharap seluruh aspirasi masyarakat pesisir dapat menjadi perhatian serius DPRD Kabupaten Pemalang, pemerintah daerah, serta instansi terkait dan diwujudkan dalam program pembangunan maupun penganggaran Tahun 2027.
Mengakhiri penyampaian aspirasi, APBN menegaskan komitmennya untuk terus mengawal perjuangan masyarakat pesisir hingga seluruh tuntutan yang disampaikan memperoleh tindak lanjut nyata.
“Selama hak-hak masyarakat pesisir belum terpenuhi dan kesejahteraan nelayan belum menjadi prioritas, APBN akan terus berdiri bersama rakyat untuk memperjuangkan keadilan dan perubahan nyata di lapangan,” tegas Ali Afandi. (Red)












