banner 728x250

Sinergi DPR-BUMN Wujudkan Kedaulatan Pangan, Rizal Bawazier dan PTPN I Gelar Sosialisasi di Pekalongan

avatar Tidak diketahui
banner 468x60

Pekalongan, Jawa Tengah, 234 News.id – Dinamika geopolitik global dan fenomena perubahan iklim yang kian ekstrem memaksa setiap daerah untuk membangun sistem ketahanan pangan yang kuat. Sebagai respons, jajaran legislatif pusat mengambil inisiatif menggandeng BUMN guna memperkokoh pertahanan pangan hingga ke level paling bawah.

 

Example 300x600

Anggota DPR RI Fraksi PKS, Rizal Bawazier, memotori penyelenggaraan Seminar Sosialisasi Ketahanan Pangan Nasional di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. Agenda tersebut merupakan wujud kolaborasi langsung dengan PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 3.

 

Rizal Bawazier adalah legislator dari Dapil X Jawa Tengah yang mencakup Kabupaten Pemalang, Kabupaten dan Kota Pekalongan, serta Kabupaten Batang. Ia menegaskan, urusan pangan menyangkut hak hidup rakyat yang tidak boleh ditunda penyelesaiannya.

 

Mengemban amanah di Komisi VI DPR RI yang membidangi BUMN, perdagangan, dan perindustrian, Rizal memiliki posisi strategis untuk mendorong perusahaan negara, termasuk PTPN, agar lebih agresif berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat di sekitar area operasionalnya.

 

“Swasembada pangan nasional tidak akan lahir tanpa kerja sama tiga pilar: kebijakan dari pusat, BUMN sebagai lokomotif, dan petani di daerah yang siap tempur. Setiap lahan produktif harus kita optimalkan agar Indonesia tidak bergantung pada impor,” ujar Rizal saat ditemui usai acara.

 

Kegiatan yang dikonsep dua arah ini disambut antusias. Aula seminar dipenuhi ratusan peserta lintas elemen, mulai dari gabungan kelompok tani, pegiat UMKM berbasis komoditas pangan, dosen dan mahasiswa, hingga anak muda yang baru terjun ke dunia agribisnis.

 

Bersama manajemen PTPN I Regional 3, Rizal mengurai strategi komprehensif untuk modernisasi sektor pertanian. Materi yang dibahas meliputi mekanisasi alat pertanian, penggunaan bibit unggul dan teknologi tepat guna, sampai pembenahan sistem distribusi pascapanen. Tujuannya jelas: menciptakan efisiensi rantai pasok agar petani mendapat harga layak dan konsumen tidak terbebani harga tinggi.

 

Lewat forum ini, Rizal menargetkan output konkret berupa tumbuhnya klaster-klaster pangan mandiri di kawasan Pekalongan Raya. Inisiatif jangka panjang tersebut diyakini bakal menjadi pilar penting bagi agenda swasembada pangan yang kini menjadi program prioritas pemerintah.

 

“Petani kita harus naik kelas. Jangan cuma jadi produsen, tapi juga punya posisi tawar dan sejahtera. Kuncinya ya kolaborasi. DPR bikin regulasi, BUMN eksekusi di lapangan, petani jadi pelaku utama,” tegas Rizal.

 

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan menjadikan Pekalongan sebagai contoh daerah yang tangguh pangan. Dengan fondasi yang kuat dari bawah, stabilitas pasokan pangan di Jawa Tengah diyakini akan lebih terjaga meski dunia tengah dilanda krisis.

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *