Pemalang, 234 News.id – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah terus menunjukkan tren penguatan sepanjang tahun 2026. Setelah berada di kisaran Rp16.700 per dolar AS pada awal tahun, kurs rupiah kini mendekati bahkan menyentuh level psikologis Rp18.000 per dolar AS di sejumlah perdagangan awal Juni 2026.
Berdasarkan data pasar dan berbagai laporan ekonomi, pelemahan rupiah dipengaruhi kombinasi faktor global dan domestik. Salah satu faktor utama adalah tingginya suku bunga Amerika Serikat yang membuat investor global lebih memilih aset berbasis dolar AS. Kondisi ini memicu arus modal keluar dari negara berkembang, termasuk Indonesia.
Selain itu, konflik geopolitik di Timur Tengah yang menyebabkan lonjakan harga minyak dunia turut menekan rupiah. Sebagai negara yang masih mengimpor sebagian kebutuhan energi, kenaikan harga minyak meningkatkan permintaan dolar AS untuk pembayaran impor dan memperbesar tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Bank Indonesia mencatat rupiah sempat berada di kisaran Rp16.985 per dolar AS pada Maret 2026, sebelum terus melemah hingga mendekati Rp18.000 pada akhir Mei dan awal Juni 2026. Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, Bank Indonesia melakukan intervensi pasar valas dan memperketat aturan pembelian dolar AS di dalam negeri.
Ekonom juga menyoroti faktor domestik seperti menurunnya surplus perdagangan, meningkatnya kebutuhan impor, pembayaran utang luar negeri korporasi, serta kekhawatiran investor terhadap kondisi fiskal yang ikut memengaruhi pergerakan rupiah.
Meski demikian, pemerintah dan Bank Indonesia menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih terjaga. Berbagai langkah stabilisasi terus dilakukan untuk menjaga kepercayaan pasar serta mengurangi volatilitas nilai tukar di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Sumber Data:
[Bank Indonesia (BI)](https://www.bi.go.id?utm_source=chatgpt.com)
[Kementerian Keuangan RI](https://www.kemenkeu.go.id?utm_source=chatgpt.com)
[Trading Economics USD/IDR](https://id.tradingeconomics.com/indonesia/currency?utm_source=chatgpt.com)
Reuters (Mei 2026)
Liputan6 Bisnis (29 Mei 2026)
Media Indonesia (4 Juni 2026)
Data Kurs Acuan 2026:
Januari 2026: sekitar Rp16.745/USD
Maret 2026: sekitar Rp16.985/USD
Mei 2026: sekitar Rp17.876–Rp17.880/USD
Juni 2026: sekitar Rp17.956–Rp18.000/USD












