Pemalang, 234 News.id – Senin, 1 Juni 2026. Di tengah suasana khidmat pagi hari, Pemerintah Kabupaten Pemalang menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026. Upacara dipusatkan di halaman Pendopo Kabupaten Pemalang dengan Bupati Anom Widiyantoro bertindak sebagai inspektur upacara.
Prosesi berlangsung tertib sejak pukul 07.30 WIB. Bertindak sebagai komandan upacara dari unsur TNI, sementara Paskibraka Kabupaten Pemalang sukses mengibarkan bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Seluruh peserta yang terdiri dari unsur Forkopimda, DPRD, ASN, TNI-Polri, pelajar, hingga organisasi masyarakat mengikuti rangkaian dengan penuh penghormatan.
Pada kesempatan itu, Bupati Anom Widiyantoro membacakan amanat resmi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dalam naskah sambutan, Presiden menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni tidak boleh dimaknai sebagai rutinitas upacara belaka. Peringatan ini harus menjadi momentum evaluasi bersama: apakah kelima sila Pancasila benar-benar menjadi ruh dalam kebijakan negara, perilaku birokrasi, dan kehidupan sosial masyarakat.
Peringatan tahun ini mengambil tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”. Presiden menyoroti bahwa di tengah dunia yang penuh ketidakpastian—mulai dari percepatan disrupsi teknologi, ancaman krisis pangan dan energi, hingga meningkatnya tensi geopolitik—Pancasila justru tampil sebagai bintang penuntun. Ideologi bangsa ini terbukti menjadi jangkar moral yang menjaga Indonesia tetap stabil, bersatu, dan berdaulat.
Presiden juga mengingatkan kembali amanat Pembukaan UUD 1945. Indonesia memiliki tanggung jawab untuk turut aktif menciptakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Menurut Presiden, nilai musyawarah untuk mufakat pada sila keempat menjadi kekuatan diplomasi Indonesia. Dengan prinsip itu, Indonesia konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan dipercaya sebagai negara pendorong dialog damai di berbagai forum global.
Pesan penting turut disampaikan kepada generasi muda. Presiden meminta agar Pancasila tidak berhenti di ruang kelas sebagai hafalan. Pancasila harus diwujudkan dalam laku: dalam etika bermedia sosial yang santun, dalam semangat wirausaha yang jujur, dalam karya yang bermanfaat, hingga dalam setiap pengambilan keputusan publik. Kepada para menteri, gubernur, bupati, dan wali kota, Presiden berpesan agar seluruh kebijakan yang diambil berdiri di atas prinsip keadilan sosial. Pemerintah wajib memastikan hak-hak dasar rakyat terpenuhi, akses terhadap layanan publik terbuka setara, dan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan hingga ke masyarakat paling bawah.
Dalam amanat yang dibacakan Bupati Anom, Presiden juga mengingatkan bahaya intoleransi dan radikalisme. Dua hal itu disebut sebagai ancaman nyata yang dapat merobek tenun kebangsaan. Indonesia harus terus menunjukkan identitas sebagai bangsa yang religius, menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, dan kokoh dalam persatuan. Keberagaman adalah modal, bukan beban. Karena itu, seluruh komponen bangsa diajak menjaga harmoni melalui dialog, toleransi, dan gotong royong.
“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi seluruh anak bangsa di Republik yang kita cintai,” tutup Presiden dalam amanat yang dibacakan Bupati Anom. Kalimat tersebut disambut riuh tepuk tangan peserta upacara.
Upacara diikuti lengkap oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Pemalang, pimpinan dan anggota DPRD, seluruh kepala perangkat daerah, unsur TNI-Polri, ASN Pemkab Pemalang, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, ormas, pelajar, serta pasukan Paskibraka Kabupaten Pemalang yang menunaikan tugas dengan sempurna.
Usai memimpin upacara, Bupati Anom Widiyantoro menegaskan komitmen Pemkab Pemalang untuk membumikan isi amanat Presiden ke dalam program kerja daerah. “Pancasila jangan hanya di spanduk dan pidato. Ia harus hadir dalam pelayanan yang adil tanpa diskriminasi, pembangunan infrastruktur yang merata ke desa, dan pendidikan karakter yang kuat di sekolah. Pemalang harus jadi teladan daerah yang rukun, toleran, dan maju karena mengamalkan Pancasila,” tegas Bupati Anom.
Dengan semangat 1 Juni 2026, Pemerintah Kabupaten Pemalang mengajak seluruh warga untuk tidak hanya memperingati, tetapi menghidupi Pancasila dalam kerja-kerja nyata setiap hari: dari lingkungan keluarga, tempat kerja, hingga ruang publik.












